ARTIKEL PENDIDIKAN
( Oleh : Warnadi )
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Pada
hakekatnya pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan seseorang terhadap
orang lain agar orang lain memiliki pengetahuan dan keterampilan. Dalam proses
pendidikan selalu terjadi perubahan tingkah laku, bukan hanya perubahan dari
tidak tahu menjadi tahu, tetapi lebih dari itu, perubahan yang diharapkan
meliputi seluruh aspek-aspek pendidikan seperti aspek kognitik, afektif dan
psikomotor.
Ruang
lingkup mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) di Sekolah Dasar adalam
mempelajari sifat-sifat benda, baik benda padat, cair dan gas (udara). Selain
itu juga mempelajari konsep-konsep Sains dengan kehidupan nyata serta
pengembangan sikap dan kesadaran terhadap perkembangan IPTEK. Dalam Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sains merupakan pelajaran yang mempunyai peran
untuk menyiapkan siswa supaya dapat menguasai dan mengikuti perkembangan IPTEK.
Pelajaran Sains yang semestinya indah dan menarik ternyata bagi siswa dianggap
pelajaran yang sulit dan rumit. Hal tersebut bagi guru Sekolah Dasar atau guru
bidang studi Sains, merupakan suatu tantangan sehingga ia diharapkan dapat
melakukan maupun menciptakan karya-karya kreatif dan inovatif dalam pembahasan
sifat-sifat benda untuk dapat meningkatkan minat dan aktivitas dan pemahaman
siswa terhadap materi pelajaran.
Penggunaan alat peraga dalam kegiatan pembelajaran
bertujuan untuk membantu siswa dalam memahami konsep-konsep Sains untuk
dipelajari agar siswa berhadapan pada konsep nyata bukan hanya sekedar teori.
Berdasarkan
uraian di atas proses pembelajaran dengan materi, memahami sifat-sifat benda,
perlu diadakan perbaikan-perbaikan dengan berbagai cara untuk meningkatkan mutu
perbaikan Sains di SD, yaitu dengan menggunakan alat peraga Senapan Bambu.
Topik yang dimaksud adalah : “Penggunaan Senapan Bambu Untuk Meningkatkan
Pemahaman Sifat-Sifat Benda Sebagai Upaya Mewujudkan Pembelajaran yang Aktif,
Kreatif, Efektif dan Menyenagkan.”
2. Rumusan Masalah
Secara umum
penelitian tindakan ini adalah : Bagaimana perangkat pembelajaran IPA senapan
bambu dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memehami sifat-sifat benda.
Secara khusus permasalahan
yang diteliti sebagai berikut:
a. Apakah alat peraga senapan bambu dalam
pembelajaran sifat-sifat benda dapat menjadikan siswa lebih aktif,inovatif,
kreatif, efektif dan menyenangkan ?
b.
Apakah alat peraga senapan bambu dapat mengingkatkan kemapuan siswa dalam
pembelajaran sifat-sifat benda ?
3. Tujuan Penelitian
Tujuan penulisan karya tulis ini adalah
untuk mengetahui bahwa :
a. Alat
peraga senapan bambu dapat menjadikan siswa lebih aktif, kreatif, efektif dan
menyenangkan alam pembelajaran sifat-sifat benda.
b. Alat
peraga senapan bambu dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran
sifat-sifat benda.
B. KAJIAN
PUSTAKA
1.
Pembelajaran IPA ( Sains )
Ilmu Pengetahuan Alam sebagai disiplin ilmu dan
penerapannya dalam masyarakat membuat pendidikan IPA menjadi penting. Tetapi
pengajaran IPA yang bagaimanakah yang paling tepat untuk anak-anak sekolah
dasar, Sesuai dengan struktur kognitif anak-anak ,mereka harus diberikan
kesempatan untuk berlatih keterampilan–keterampilan diharapkan akhirnya mereka dapat berpikir dan
memiliki sikap ilmiah yang berdasarkan dengan tahap perkembangan kognitifnya.
Mengamati apa yang terjadi,mencoba memahami apa yang diamati.Mempergunakan pengetahuan buru untuk meramalkan
apa yang akan terjadi,menguji ramalan-ramalan di bawah kondisi-kondisi untuk
melihat apakah ramalan tersebut benar. Paolo dan Marten ( dalam Carin,1993:5 )
Dalam pembelajaran
diharapkan dapat menciptakan suasana yang menyenangkan sehingga siswa akan
terus termotivasi dari awal sampai akhir kegiatan. Dengan situasi dan kondisi
pembelajaran yang menyenangkan siswa akan tertarik baik pada pelajaran yang
sedang dipelajari maupun kepada sosok guru secara pribadi Mulyasa,( 2003 : 45)
2. Pembelajaran Yang Aktif, Kreatif, Efektif
dan Menyenangkan
a. Pembelajaran
Meliputi semua aktivitas
belajar mengajar. Pelatihan tidak hanya dititik beratkan pada Output Quality
(kualitas lulusan), melainkan juga pada Prcess Quality (kualitas proses).
b. Aktif
Dengan menciptakan suatu kondisi di mana siswa
dapat berperan secara aktif, kegiatan lebih terpusat pada siswa, sedangkan guru
bertindak sebagai fasilitator.
c. Inovatif
Dengan
merancang atau mendesain alat bantu pembelajaran dengan memanfaatkan potensi
yang ada di lingkungan sekolah,baik yang moderen maupun yang sederhana.
d. Kreatif
Dengan
menciptakan suatu kondisi yang dapat menumbuhkan kreativitas guru dan juga
siswa baik secara individu maupun kelompok.
e. Efektif
Efektivitas
proses pembelajaran ditandai dengan suatu kegiatan yang tepat sasaran, berdaya
guna dan bergasil guna
f.
Menyenangkan
Pembelajaran
harus dibuat dalam kondisi yang menyenangkan sehingga siswa akan terus
termotivasi dari awal sampai akhir kegiatan. Dengan situasi dan kondisi
pembelajaran yang menyenangkan siswa akan tertarik baik pada pelajaran yang
sedang dipelajari maupun kepada sosok guru secara pribadi (E.Mulyasa, 2003 :
45)
Kreativitas
guru sangat dipengaruhi oleh komitmen dan kemampuan guru itu sendiri. Tanpa
komitmen yang tinggi tidak akan mendapat suatu hasil pembelajaran yang
memuaskan.
3. Karakteristik Pembelajaran Aktif,
Kreatif,Efektif dan Menyenangkan
a. Siswa terlibat dalam berbagai
kegiatan yang mengembangkan pemahaman kemampuan mereka pada penekanan pada
belajar melalui berbuat.
b. Guru menggunakan berbagai alat bantu
dan cara membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber
belajar untuk menjadikan pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan cocok
bagi siswa.
c.
Guru
menerapkan cara belajar yang lebih kooperatif dan interaktif.
d. Guru mendorong siswa untuk menemukan
cara sendiri dalam pemecahan suatu masalah, mengungkapkan gagasannya, dan
melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.
4. Media Pembelajaran
Media berasal dari bahasa latin
merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara”
atau :” Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sunber pesan dengan penerima
pesan. Beberapa ahli memberikan difinisi tentang media pembelajaran. Schramm
(1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan
yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Sementara
itu,Briggs(1977) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk
menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku,film,video dan sebagainya.
Sedangkan, National Edukation Association
( 1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi
dalam bentuk cetak maupun pandang dengar,termasuk teknologi perangkat
keras.Pendapat serupa ditemukan oleh Sukayati (2003)yang menyatakan bahwa media
pembelajaran adalah sebagai semua benda yang menjadi perantara dalam terjadinya
pembelajaran dari keempat pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran
adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan,dan merangsang
fikiran,perasaan,dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong tercapainya
proses belajar pada diri peserta didik.
Adapun batasan yang diberikan, ada
persamaan-persamaan yang dapat dikombinasikan bahwa :
“Media adalah segala sesuatu
yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga
dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa
sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi” (Sadiman et al dalam Depdiknas
2004 : 13).
a.
Fungsi
Media
De
Porter dan Hernacki dalam Depdiknas, dalam bukunya Quantum Learning, “ Bahwa
media visual / alat peraga dapat menciptakan lingkungan yang optimal, baik
secara fisik dan mental” (200,2004 : 13). “Sebagai alat bantu, media media
mempunyai fungsi melicinkan jalan menuju tercapainya tujuan pengajaran”
(Djamarah dan Zain, 2002 : 138). Hal terpenting adalah bahwa media mampu
mendorong siswa untuk berbicara, menulis dan dengan menggunakan media proses
belajar mengajar dan hubungan antar guru-siswa akan terjalin lebih
efektif.
b.
Alat
Peraga Senapan Bambu
Senapan
bambu merupakan sebuah alat permainan yang sederhana dipergunakan untuk bermain
anak-anak terutama di daerah pedesaan, untuk bermain perang-perangan. Senapan
bambu sesuai dengan namanya bahannya dari bambu kecil yang mudah didapat
terutama di daerah pedesaan, pelurunya terbuat dari kertas bekas (koran) yang telah
dibasahi, dapat juga dari bunga lamtoro atau daun-daun yang lemah.
C. METODE PENELITIAN
i.
1. Setting Penelitian
Penelitian tindakan ini
dilakukan di SDN 3 Teluk Palinget
Kecamatan Pulau Petak Kabupaten Kapuas,
kelas IV (empat), dari tanggal 01 Oktober s.d 10 Desember 2010, dengan
jumlah siswa sebanyak 22 orang.
2. Rancangan Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan untuk memperbaiki
pembelajaran di kelas.
Dalam penelitian tindakan kelas ini
peneliti menggunakan desain model Kurt Lewin. Konsep pokok penelitian
tindakan Kurt Lewin terdiri empat
komponen yaitu :(1)Perencanaan (Planning), (2)Tindakan (acting),
(3)Observasi (observing), dan (4) Refleksi (reflecting).
3. Persiapan Penelitian
Persiapan yang dilakukan dalam penelitian ini
adalah : Peneliti membuat Rencana Pembelajaran , Peneliti membuat instrumen
penelitian , Peneliti membuat alat peraga senapan bamboo, dan Peneliti membuat aspek penilaian
4. Deskripsi per siklus
Penelitian tindakan dilakukan dalam
tiga siklus yaitu siklus kesatu, diadakan perbaikan pada siklus kedua dan
dilanjutkan pada siklus ketiga.
Pada dasarnya pelaksanaan pembelajaran dari
setiap siklus sama, akan tetapi diadakan perbaikan-perbaikan pada siklus
berikutnya sesuai hasil dari pengamatan dan hasil prestasi belajar siswa.
Siklus kesatu :
a. Perencanaan (Planning )
Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap
perencanaan adalah sebagai berikut:
1. Membuat Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran,sebagai dasar pelaksanaan di
kelas.
2. Melakukan diskusi dengan pengamat untuk membahas pelaksanaan
tindakan.
b. Pelaksanaan (Acting)
-
Kegiatan awal adalah : Memotivasi siswa sebelum pembelajaran dimulai.
-. Kegiatan inti
1. Guru memperlihatkan alat peraga senapan
bambu kepada siswa.
2. Siswa membetuk
kelompok,tiap-tiap kelompok terdiri dari lima siswa.
3.Guru menjelaskan materi tentang sifat-sifat
benda
4.Wakil dari masing-masing kelompok maju untuk
mengambil alat peraga senapan bambu untuk melakukan demontrasi, kemudian didiskusikan dengan kelompoknya.
5. Masing-masing kelompok melalui wakilnya menyampaikan hasil kerja
kelompoknya.
7. Kelompok
yang lainya memberikan tanggapan , kritik dan saran
8.Diadakan test akhir pembelajaran secara
individual.
-
Kegiatan akhir adalah : Memberikan penguatan pada materi yang telah dipelajarai
c. Pengamatan (Obseving)
Observasi dilaksanakan selama proses
pembelajaran berlangsung,
d. Refleksi
Refleksi dilakukan setelah seluruh kegiatan
pembelajaran setiap slklus selesai. Kegiatan
refleksi ini dilakukan antara peneliti dan pengamat untuk
mendeskripsikan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan
e. Prosedur pengumpulan data
Pengumpulan data dilakukan
dengan teknik,test,wawancara dan pengamatan
lapangan.
- Test dilakukan untuk mengumpulkan
informasi tentang kesulitan siswa dalam
memahami ciri-ciri khusus hewan. Pada awal penelitian, test jugu
diberikan pada setiap tindakan,untuk memperoleh kemajuan siswa dalam memahami
materi sifat-sifat benda.
- Wawancara dimaksud untuk menggali informasi
kesulitan siswa dalam memahami konsep menyederhanakan pecahan,karena peneliti
mengalami kesulitan memperoleh dari hasil pelajaran atau melalui observasi.
- Pengamatan lapangan untuk melengkapi
data,catatan lapangan yang memuat segala kegiatan peneliti maupun siswa selama
proses tindakan berlangsung.
5. Perbaiakan-perbaikan yang dilakukan pada siklus
kedua dan ketiga.
a. Perbaikan pada siklus kedua
Proses
pembelajaran pada siklus kedua sama seperti pada siklus kesatu namun diadakan
perbaikan-perbaikan beberapa aspek yang belam terlaksan pada siklus kesatu,
yaitu : Dalam pembagian kelompok guru
menempatkan siswa yang mempunyai kepandaian diatas rata-rata untuk mewakili di
masing-masing kelompok. Dengan tujuan dapat memotivasi kelompoknya.dan guru
benar-benar berperan sebagi fasilitator.
b. Perbaikan pada siklus ketiga
Proses pembelajaran pada siklus ketiga
megacu pada hasil perbaikan pada siklus kedua dan dilakukan proses pembelajaran
yang lebih bermakna dengan mengekplorasi kompetensi siswa. Dan guru disamping
sebagai fasilitator juga berperan sebagai moderator dari pembelajaran.
6. Teknik Pengumpulan dan analisis data
Data dikumpulkan dengan teknis tes individu,kerja kelompok, dan lembar
observasi dan dianalisis dengan meredaksi, penyajian dan penarikan kesimpulan
berdasarkan kompetensi dasar yang telah ditetapkan apabila data kualitatif
mencapai kategori baik dan secara kuantitatif mencapai skor rata-rata 66,7.
Berdasarkan
penetapan kreteria di atas dapat dinilai KD berdasarkan rumus
A+B+C X 100
9
Sesuai
dengan permasalahan yang diteliti,maka Kompetensi Dasar yang ingin dicapai adalah :
a. Kompleksitas ( Tingkat kesulitan
) : sedang
: 2
b. Daya dukung ( Sarana dan bahan ajar ) :
sedang : 2
c. Intake ( Pengalaman siswa yang lalu ) :
sedang : 3
( 2+2+2 ) x100 6x100
9 9
Kemampuan siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam menggunakan
rentang nilai :
1. tinggi :
81 - 100
2. sedang
: 61 - 80
3. rendah
: 41 - 60
4. sangat rendah : 0 - 40
7.
Indikator Kerja.
Data yang telah terkumpul dipergunakan untuk menilai keberhasilan
tindakan yang dilakukan. Indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas SDN 3
Teluk Palinget, secara kuantitatif 66,70 dan secara kualitatif kategori baiak.
D. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1. Deskripsi Data
a.Data
siswa dan guru dalam pembelajaran
TABEL D.1
Data
observasi guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran setiap siklus
|
No
|
Aspek Pengamatan
|
SIKLUS
|
||
|
|
|
I
|
II
|
III
|
|
1
|
Aktivitas siswa
a. Perhatian siswa
b. Partisipasi
c. Mengerjakan LKS
d. Menemukan konsep
e. Menerapkan konsep
f.Memahami materi
g. Merangkum
|
2,85
|
4,4
|
4,7
|
|
2
|
Aktivitas Guru
a. Memotivasi siswa
b. Membimbing siswa
c. Memberikan evaluasi
d. Meberikan penguatan
e. Memberikan umpan balik
|
2,80
|
4,2
|
4,2
|
|
3
|
Pengelolaan waktu
|
3
|
4
|
4
|
|
4
|
Pengamatan suasana kelas
a. Antusias siswa dalam proses pembelajaran
b. Antusias guru dalam menyampaikan materi
|
3
|
4
|
4,5
|
b. Data
hasil kerja kelompok.
TABEL D. 2
Hasil
kerja kelompok siswa setiap siklus
|
NOMOR
|
KELOMPOK
|
SIKLUS
|
Jumlah
|
Rata-rata
|
||
|
I
|
II
|
III
|
||||
|
1
|
I
|
55
|
62,5
|
67,5
|
185
|
61,66
|
|
2
|
II
|
62,5
|
65
|
70,0
|
197,5
|
65,83
|
|
3
|
III
|
57,5
|
67,5
|
75,0
|
200
|
66,66
|
|
4
|
IV
|
60
|
67
|
72,5
|
199,5
|
66,50
|
|
Jumlah
|
235
|
262
|
282
|
|
|
|
|
Rata-rata
|
58,75
|
65,50
|
71,12
|
|
|
|
c. Data hasil prestasi siswa dari setiap siklus
TABEL D.3
Data hasil
prestasi siswa dari siklus 1 sampai 3
|
NO
|
KODE
|
S I K L U S
|
KET
|
||
|
I
|
II
|
III
|
|||
|
1
|
4.1
|
62.5
|
70
|
75
|
|
|
2
|
4.2
|
52.5
|
70
|
72.5
|
|
|
3
|
4.3
|
55
|
70
|
70
|
|
|
4
|
4.4
|
52.5
|
70
|
70
|
|
|
5
|
4.5
|
60
|
65
|
75
|
|
|
6
|
4.6
|
52.5
|
70
|
70
|
|
|
7
|
4.7
|
60
|
70
|
75
|
|
|
8
|
4.8
|
62.5
|
75
|
85
|
|
|
9
|
4.9
|
60
|
75
|
75
|
|
|
10
|
4.10
|
62.5
|
77,5
|
85
|
|
|
11
|
4.11
|
52.5
|
65
|
75
|
|
|
12
|
4.12
|
52,50
|
75
|
75
|
|
|
13
|
4.13
|
65
|
70
|
75
|
|
|
14
|
4.14
|
55
|
70
|
72.5
|
|
|
15
|
4.15
|
65
|
70
|
75.5
|
|
|
16
|
4.16
|
60
|
75
|
75
|
|
|
17
|
4.17
|
62.5
|
77,5
|
85
|
|
|
18
|
4.18
|
52.5
|
65
|
75
|
|
|
19
|
4.19
|
52,5
|
75
|
75
|
|
|
20
|
4.20
|
65
|
70
|
75
|
|
|
21
|
4.21
|
55
|
70
|
72.5
|
|
|
22
|
1.22
|
65
|
70
|
75.5
|
|
|
Jumlah
|
1.282,5
|
1.490
|
1.640,5
|
|
|
|
Rata-rata
|
58,30
|
67,72
|
74,56
|
|
|
|
Nilai Tertinggi
|
65
|
77,5
|
80
|
|
|
|
Nilai Terendah
|
52,5
|
65
|
70
|
|
|
2. Pembahasan setiap siklus
a. Situasi belajar mengajar pada siklus I.
1).
Aktifitas siswa rata-rata 2,8, dengan kategori cukup, aktifitas guru rata-rata
2,8 dengan kategori cukup, pengelolaan waktu 3, dengan kategori cukup dan
pengamatan suasana kelas rata-rata 3 dengan kategori cukup
2). Hasil belajar Siklus I.
Berdasarkan
data yang diperoleh, hasil belajar siswa pada siklus I belum mencapai indikator
penelitian, yaitu nilai rata-rata 58.30 sesuai dengan kompetensi dasar. Indikotor
keberhasilan dalam penelitian skor
rata-rata adalah 66,70. Dengan demikian diperlukan langkah-langkah
penyempurnaan pada siklus berikutnya.
b. Situasi belajar
mengajar pada siklus II.
1).Aspek aktifitas siswa rata-rata 4,4,
dengan kategori baik, aktifitas guru rata-rata 4,2 dengan kategori baik, pengelolaan waktu 4,
dengan kategori cbaik dan pengamatan suasana kelas rata-rata 4 dengan kategori
baik.
2). Hasil belajar Siklus II.
Berdasarkan
data yang diperoleh, hasil belajar siswa pada siklus II telah mencapai nilai
rata-rata 67,72 sesuai dengan Kompetensi Dasar yang ditetapkan sekolah yaitu 66,70,
sebenarnya telah tercapai namun peneliti masih perlu mengadakan perbaikan lagi
pada tindakan siklus III.
c. Situasi belajar mengajar pada siklus III.
1). Aspek aktifitas siswa rata-rata 4,7,
dengan kategori baik, aktifitas guru rata-rata 4,5 dengan kategori baik,
pengelolaan waktu 4, dengan kategori baik dan pengamatan suasana kelas
rata-rata 4,5 dengan kategori baik.
2). Hasil belajar Siklus III.
Berdasarkan
data yang diperoleh, hasil belajar siswa pada siklus III telah mencapai indikator,yaitu nilai rata-rata 74,56 sesuai dengan Kompetensi Dasar yang ditetapkan
sekolah oleh 66,70, proses pembelajaran sudah berhasil dengan kategori baik.
Hasil yang diperoleh pada siklus III dalam
pembelajaran sifat-sifat benda dengan menggunakan alat peraga senapan bambu
mencapai nilai rata-rata 74,56. Maka pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan
kondisi yang menarik dan menyenangkan siswa SDN 3 Teluk Palinget kelas IV dapat
dikategorikan baik.
E. KESIMPULAN DAN SARAN
a.
Kesimpulan
Berdasarkan uraian di depan dapat disimpulkan
beberapa hal pokok sebagai berikut :
1. Alat peraga senapan bambu dapat
menjadikan siswa lebih aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan dalam
pembelajaran sains dengan tema bentuk dan sifat-sifat benda, dengan indikator
semua siswa dapat mengikuti dalam pembelajaran.
2. Alat peraga senapan bambu dapat
meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran bentuk dan sifat benda dengan
indikator pada siklus ketiga 100 %
siswa tuntas.
b.
Saran-saran
1. Untuk membuat kelas menjadi aktif,
kreatif, efektif, menyenangkan dan untuk meningkatkan hasil belajar siswa, guru
diharapkan menggunakan media pembelajaran dalam kegiatan proses belajar
mengajar.
2. Media pembelajaran yang digunakan
harus sesuai dengan tema yang akan diajarkan.
DAFTAR PUSTAKA
Departemen
Pendidikan Nasional, 1999. Penelitian Tindakan Action Research. Jakarta : Ditjen : Penerbit Rineka Cipta
E. Kuraesin, 2004.
Belajar Sains 4 dengan Orientasi Keterampilan Eksperimen. Bandung :
Sarana Panca Karya Nusa
E. Mulyasa. 2003. Kurikulum
Berbasis Kompetensi, Konsep Karakteristik dan Implementasi. Bandung : Remaja Rosda Karya
Porter De
Bobbi and Hernacki Mike, 2004. Quantum Learning. Bandung : Kaifa
Rahardi
Arito Drs, 2003. Media Pembelajaran.
Jakarta : Departemen
Pendidikan Nasional
Suharsimi Arikunto,
Suhardjono, dan Supardi. 2004 Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta : Bumi
Aksara
Suharsimi Arikunto,
2010 Penelitian Tindakan untuk Guru,Kepala Sekolah dan Pengawas Jogjakarta
: Aditya Media
Suroso Mukti
Leksono, Dkk, 2004, Sains Modern 4. Jakarta : Widia Utama
Yohanes Surya,
2002, IPA Dibuat Asyik. Armandelta Selaras. Pusat Perbukuan Departemen
Pendidikan Nasional.
Bapak/Ibu dan rekan-rekan guru moga tulisan saya ini sedikit ada manfaatnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar