Dalam alam semesta yang teramat luas ini, begitu banyak kita temukan beraneka
ragam perasaaan yang dialami oleh tiap-tiap makhluk yang hidup. Mulai dari
perasaan bahagia, riang gembira, senang, ceria, tenang dan damai, serta
perasaan sejenisnya yang senantiasa menerangi hati-hati kecil, dan juga alam
pikiran mereka. Tetapi di sisi lain ada juga yang merasa sebaliknya, mereka ada
pula yang merasa sedang dilanda perasaan bersedih, tertekan, bingung, galau,
resah, panik dan perasaan-perasaan sejenis lainnya.
Jika kita sedikit berfikir sederhana, bahwa memang begitulah rentetan cerita kehidupan di kolong langit ini. Bak sebuah roda yang selalu berputar selaras, seirama dan sejalan dengan berputarnya waktu. Ada saat-saat di mana tiap jiwa yang hidup, sedang berada di bawah, dan juga ada pula saat-saat sedang berada di atas. Begitulah sahabatku, semua itu datang silih berganti, menutup lembaran lama dengan lembaran baru dengan indahnya..
Sebuah syair
yang begitu memukau yang saya kutip dari buku berjudul laa tahzan karya
penulis Dr. Aidh Al-Qarni , bunyinya sebagai berikut:
”Kuingat
Engkau saat alam begitu gelap gulita,
dan wajah
zaman berlumuran debu hitam
Kusebut
nama-Mu dengan lantang di saat fajar menjelang,
Dan fajar pun
merekah seraya menebar SENYUMAN indah”
Sebuah senyuman tulus ikhlas yang bersumber dari hati yang terdalam, hati yang
terselimuti oleh mutiara-mutiara keimanan, memancarkan sejuknya cahaya rahmat,
Oh… alangkah mempesonanya sahabatku, rupa hati yang begitu menakjubkan itu.
Semoga kita bisa mengambil pembelajaran dari berbagai perasaan yang kita lalui dalam
hidup ini. Aamiin. ( tianseptian )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar