Dinding rumah yang terbuat dari papan sudah tampak lusuh dengan plafon yang sudah tidak ada.
Lantai Karbel di depan rumah berlobang.
Suriansyah – Atap seng sudah menghitam karena dimakan cuaca. Bahkan, ada yang sudah terlepas dari pakunya.
Hingga kini, rumah tersebut tidak pernah mendapatkan bantuan perbaikan atau dibangun baru. guru yang tinggal di rumah tersebut harus mengunakan uang sendiri untuk memperbaiki sedikit demi sedikit bagian dinding rumah, lantai dan atap yang sudah rusak atau yang sudah bocor.
selain itu juga pada saat musim hujan sering terjadi banjir bahkan airnya masuk kedalam rumah setinggi lutut orang dewasa, sehingga dengan terpaksa tidur di atas meja sekolah yang disusun.
“Saya berharap pemerintah daerah dapat tanggap dengan kondisi ini. Mudah-mudahan ada alokasi anggaran untuk membangun rumah dinas guru di sekolah kami ini,” katanya, Jum'at (14/2).
Sejak menjadi Kepala Sekolah pada 2013 lalu, Suriansyah pernah
mengusulkan pembangun rumah dinas bagi guru yang mengajar ke Dinas
Pendidikan Kabupaten. Rumah yang sudah lapuk itu tidak
cukup layak untuk menjadi tempat tinggal.SDN 1 Lawang Tamang memiliki tenaga Pendidik hanya 5 orang guru saja, diantaranya 1 orang Kepala Sekolah (PNS), 2 orang Guru Kelas (PNS) dan 2 orang guru Kelas (dari honorer) dengan jumlah siswa sebanyak 97 orang. Semua murid adalah anak-anak Desa Lawang Tamang asli.
“Baru kali ini ada guru yang mampu bertahan mengajar di sekolah kami, walaupun dengan tempat tinggal yang memprihatinkan Karena biasanya guru guru yang pernah tugas disini selalu pindah,” terangnya.
Pada 2012 lalu Kepala Sekolah SD tersebut telah memasukan Proposal "Usul Perumahan Dinas
Baru". Kenyataanya, hingga saat ini tidak pernah terealisasi.
“Apa yang harus saya tuntut kepada guru dalam meningkatkan mutu pendidikan di Lawang Tamang? Jika tempat tinggal mereka seperti ini kondisinya,”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar