Warga Desa Lupak Timur Kecamatan Kapuas Kuala hari ini Senin 13/2 sangat haru dan berbangga karena tidak biasanya kampung mereka kedatangan tamu tamu penting dari Kabupaten Kapuas yaitu rombongan Bupati yang disertai beberapa Kepala SKPD, beberapa Kabid terkait dalam acara peresmian gedung PAUD Permata Bunda di desa Lupak Timur. Namanya juga Lupak Timur desa ini paling timur yang berbatasan dengan wilayah Kalimantan Selatan
Kedatangan Bupati dan rombongan setibanya di Lupak Timur disambut dengan tarian Manasai dan Nusantara oleh anak-anak dari SDN 1 Tamban Lupak yang sempat menjadi perhatian dan pujian dari Bupati Kapuas.
Turut hadir juga Forum Pimpinan Kecamatan, Bunda PAUD Kecamatan Kepala UPT se Kecamatan Kapuas Kuala, Kepala Desa yang didampingi Bunda PAUD Desa, Kepala/guru PAUD se Kec. Kapuas Kuala serta Kepala /guru SD/SMP/SMK
Turut hadir juga Forum Pimpinan Kecamatan, Bunda PAUD Kecamatan Kepala UPT se Kecamatan Kapuas Kuala, Kepala Desa yang didampingi Bunda PAUD Desa, Kepala/guru PAUD se Kec. Kapuas Kuala serta Kepala /guru SD/SMP/SMK
Acara peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Bupati Kapuas kemudian peninjauan ruang kelas disambut anak anak dan guru PAUD Permata Bunda. Setelah itu dilanjutan acara serimonial yaitu laporan Camat Kapuas Kuala Asy`ari, S.Pt, M.Si dan Sambutan Bupati Kapuas disertai forum tanya jawab.
Camat Kapuas Kuala dalam laporannya menyangkut data PAUD Kapuas Kuala terutama masalah gedung dan tenaga pendidik. Gedung PAUD yang diresmikan ini bersumber dari Alokasi Dana Desa 2016 dan satu-satunya desa di Kapuas Kuala yang berhasil membangun gedung PAUD sendiri, sementara ada 4 desa sebelumnya dibangun oleh PNPM yaitu Tamban Baru Selatan, Lupak Dalam, Pematang dan Wargo Mulyo.
Camat juga melaporkan mengenai analisis kebutuhan tenaga pendidik PAUD/TK, SD dan SMP. Hal ini dilaporkan karena lagi hangat-hangat pengangkatan guru kontrak. Sebagaimana diketahui bersama Kecamatan Kapuas Kuala sangat kekurangan guru, sebagai contoh untuk jenjang SD diperlukan guru kelas sebanyak 108 orang dari 17 SD plus sekolah di Dusun Sambas, guru yang ada PNS 25 orang, honorer 60 orang sehingga kalau pun 60 orang diangkat guru kontrak masih ada formasi 23 orang guru kelas.
Menyangkut nasib 60 orang honorer telah diumumkan diterima sebagai guru kontrak kurang lebih 41 orang jadi masih tersisa 20 orang yang dimohon juga untuk diangkat guru kontrak tanpa meliat masa kerja dan mungkin ijazah karena sulitnya mencari guru terutama di desa pesisir laut.
Bupati Kapuas Ir.Ben Brahim Brahim S. Bahat dalam sambutannya menjawab permasalahan gedung PAUD dan tenaga pendidik di Kapuas Kuala, untuk gedung PAUD Desa bisa dianggarkan dalam pembanguan Desa melalui Musrenbang yang disepakati bersama. Hal ini ditambahkan lagi oleh Kepala Dinas PMPD Drs. Ibak dan Kabid terkait Jhon Pitakadang, M.Si
Sedangkan masalah kekurangan guru di Kec. Kapuas Kuala Bupati Kapuas menyatakan dengan adanya monotarium PNS maka salah satu kebijakan Pemkab Kapuas adalah dengan mengangkat guru kontrak yang mengutamakan SDM setempat untuk memenuhi kekurangan guru di sekolah.
Pada sesi tanya jawab diberi kesempatan kepada hadirin diantara yang bertanya atau mengemukan saran pendapat adalah Sogian Nor, M.Pd Ka. UPTD Pendidikan Kec. Kapuas Kuala dan Isnawati, M.Pd Kepala TK Asyuhada Desa Wargo Mulyo. Sogian Nor menyampaikan terima kasih atas kebijakan Pemkab. Kapuas dalam rangka mengatasi kekurangan guru ini dengan mengangkat guru honorer sekolah menjadi guru kontrak Pemkab. namun mengusulkan yang belum terakomodir pada pengumuman pertama supaya seluruhnya diangkat kalo perlu formasi 23 orang ditambah sehingga bisa mememuhi kebutuhan khususnya guru kelas dgn rasio 1 kelas 1 guru.
Dalam hal ini Bupati Kapuas menanggapi bahwa semua Ka. UPTD Pendidikan menginventarisir guru yang belum terangkat di sekolah di mana sekolah itu masih kekurangan guru meskipun masa kerjanya baru namun diutamakan SDM setempat.
Menyangkut nasib 60 orang honorer telah diumumkan diterima sebagai guru kontrak kurang lebih 41 orang jadi masih tersisa 20 orang yang dimohon juga untuk diangkat guru kontrak tanpa meliat masa kerja dan mungkin ijazah karena sulitnya mencari guru terutama di desa pesisir laut.
Bupati Kapuas Ir.Ben Brahim Brahim S. Bahat dalam sambutannya menjawab permasalahan gedung PAUD dan tenaga pendidik di Kapuas Kuala, untuk gedung PAUD Desa bisa dianggarkan dalam pembanguan Desa melalui Musrenbang yang disepakati bersama. Hal ini ditambahkan lagi oleh Kepala Dinas PMPD Drs. Ibak dan Kabid terkait Jhon Pitakadang, M.Si
Sedangkan masalah kekurangan guru di Kec. Kapuas Kuala Bupati Kapuas menyatakan dengan adanya monotarium PNS maka salah satu kebijakan Pemkab Kapuas adalah dengan mengangkat guru kontrak yang mengutamakan SDM setempat untuk memenuhi kekurangan guru di sekolah.
Pada sesi tanya jawab diberi kesempatan kepada hadirin diantara yang bertanya atau mengemukan saran pendapat adalah Sogian Nor, M.Pd Ka. UPTD Pendidikan Kec. Kapuas Kuala dan Isnawati, M.Pd Kepala TK Asyuhada Desa Wargo Mulyo. Sogian Nor menyampaikan terima kasih atas kebijakan Pemkab. Kapuas dalam rangka mengatasi kekurangan guru ini dengan mengangkat guru honorer sekolah menjadi guru kontrak Pemkab. namun mengusulkan yang belum terakomodir pada pengumuman pertama supaya seluruhnya diangkat kalo perlu formasi 23 orang ditambah sehingga bisa mememuhi kebutuhan khususnya guru kelas dgn rasio 1 kelas 1 guru.
Dalam hal ini Bupati Kapuas menanggapi bahwa semua Ka. UPTD Pendidikan menginventarisir guru yang belum terangkat di sekolah di mana sekolah itu masih kekurangan guru meskipun masa kerjanya baru namun diutamakan SDM setempat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar