Kewibaan seorang pendidik terjadi bila,
ditandai dengan adanya pengertian atau pengakuan terhadap perbuatan dalam
pergaulan yang dilakukan pendidik.pengertian terhadap makna kewibawaan ini
adalah ketaatan dan kepatuhan anak didik jika mendapat perintah dari pendidik
misalnya anak disuruh orang tua nya untuk mengambil koran, dan anak dapat
melakukan perintah itu dengan baik dan benar. Dapat tidaknya melaksanakan
perintah ni tergantung pada kematangan jiwa anak. Kewibawaan dapat dimiliki
oleh seseorang turunan atau kharisma, tetapi dapat pula diusahakan. Di usahakan
maksudnya ialah kegiatan atau perbuatan yang diupayakan oleh orang dewasa yang
bersangkutan, namun demikian tidak boleh dibuat – buat.
Bagaimana caranya supaya pendidik itu
berwibawa, perlu dicari ! antara lain penampilannya, penguasaan ilmu
pengetahuan dan teknologi cara pendekatan, cara berbicara, kejujurannya. Peralihan
situasi pergaulan menjadi proses pendidikan yang mengetahui adalah pendidiknya.
Anak didik tidak tahu sama sekali, anak didik tahunya bergaul biasa, pendidik
tetap memberi pengaruh atau bimbingan. Saat dimulai nya pendidikan disebut
batas bawah atau batas awal pendidikan. Setelah dewasa disebut batas atau batas
akhir pendidikan. Kewibawaan atau gasag
pendidik sangat mempengaruhi keberhasilan proses pendidikan.
Orang tua, guru dan pimpinan masyarakat
wajib memilki kewibawaan, kalau tidak sulit untuk disegani, ditaati, dipatuhi
orang lain. Jika krisis kewibawaan, pendidik menyiapkan kekuasaannya, tetapi
hal ini jika terpaksa, dan tindakan ini sudah disebut otoriter. Tindakan ini
boleh dilakukan pendidik, yang penting dalam melakukan kegiatannya, pendidik
jangan sampai menggunakan kekuatan. Tetapi halau satu – satunya jalan harus
demikian, tindakan itu harus yang bersifat edukatif, yaitu bentuk hukuman.
Sebaiknya hukuman badan jangan sampai
dilaksanakan, sebab inti hukuman itu penderitaan. Dihukum berarti penderitaan
nya dobel, menderita jiwa dan raga.
Demikian artike ini semoga dapat
bermanfaat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar